Circle of Love

February 18, 2006

Cinta Segi Enam - Part 5

Filed under: Friendship, My Rainbow - alto @ 3:08 pm

Waktu istirahat, sang anak baru yang notabene cakep gituh langsung dikerubuti cewek-cewek di kelas Alto. Sebenernya ga cuma cewek-cewek di kelasnya Alto aja, tapi cewek-cewek dari kelas tetangga ikut-ikutan nongol pingin tahu sapa sih anak baru yang katanya menghebohkan SMP Bhineka yang langka akan penghuni cowok cakep. Dalam kurun waktu kurang dari seminggu, Bryan jadi bahan pembicaraan yang paling anget-nget-nget dalam setiap perbincangan setiap murid dan guru, coz ga cuma cakep, Bryan juga orang yang rajin, ramah (bukan rajin menjamah loh!) n berwawasan luas. Mulai dari pelajaran geografi sampe Harry Potter dia ngerti sampe ke detail-detailnya. Well, hampir bisa dibilang perfect deh! Tentu saja hal itu membuat cowok-cowok di SMP Bhineka yang tenar maupun yang ga tenar merasa tersaingi oleh kedatangan Bryan dan membuat mereka ngerasa iritasi jadinya, apalagi cewek-cewek di SMP Bhineka rata-rata matanya kalo kayak yang di komik-komik gitu ada bentuk hatinya kalo liatin Bryan, entah lagi duduk, jalan, basket, ato hanya bersenandung. Sapa yang ga iritasi coba, kalo gebetan mereka pun selalu dan selalu ngomongin cowok baru itu?

Alto cs. pun ga luput dari pandangan iri, sinis bin menusuk dari cewek-cewek laen yang pengen deket sama Bryan. Maklum, walo Bryan suka bergaul sama sapa aja, ujung-ujungnya juga dia ngerasa lebih deket sama Alto cs. “They’re different with all the girls I’ve ever meet. They’re so unique.” Sapa yang ga bangga coba? Alto cs. sendiri nggak terlalu terganggu, coz mereka deket sama Bryan jugak bukan karena dia cakep ato pinter, tapi karena Bryan emang bisa langsung klop sama mereka, entah kenapa, semua pembicaraan selalu jadi diskusi seru. Alto dengan Harry Potternya (bisa ditebak), Deva tentang pandangan cewek tentang cowok, Okita dengan pergaulan, dan Dinda dengan pelajaran matematika.

***

Sebulan setelah kepindahan Bryan, mulai bermunculan bunga, surat, cokelat dan segunung hadiah lain di meja Bryan. Doi ga ngerti kenapa ada hadiah-hadiah yang muncul di mejanya, padahal dia ga lagi ultah. Dia ga tahu dari siapa aja, tapi dia mengira itu dari kawan-kawannya yang iseng. Waktu dia bertanya pada mereka, ternyata semua hadiah itu dari penggemar-penggemarnya. Di SMP Bhineka kabarnya malah dibentuk BWFC, Bryan West Fans Club! Anggotanya tentu aja cewek-cewek yang ngefans sama Bryan. Bryan awalnya sih happy-happy aja, tapi lama-lama dia ngerasa kok jadi berlebihan gituh… Gimana nggak, layaknya seorang artis, setiap dia keluar dari kelas dia selalu disamperin cewek-cewek, kenal ato nggak, sok kenal sok akrab ke Bryan. Kawan-kawannya jadi korban, sering ditanya-tanya tentang dimana rumahnya, berapa nomer telponnya, dia suka apa, de es be. Kalo lagi sensi, maka Okita yang jadi tameng, mengusir fans-fansnya Bryan yang ga tau diri kayak gitu, “Kita ga tau apa-apa tentang Bryan, MENDING TANYA AJA SAMA ORANGNYA!!” Dengan perawakan tinggi besar layaknya bodyguard dan muka sangar, tentu aja mereka pada keder dan ga berani macem-macem lagi. Untuk sementara semua kembali tenang.

***

Tapi ternyata ga semua cewek ngefans sama Bryan. Seenggaknya bisa diitung dengan jari. Selaen Alto, Deva, Dinda, Okita yang emang sohiban sama Bryan karena doi emang asyik diajak ngobrol n curhat, ada Micha, cewek manis, berperawakan langsing, berkulit kuning langsat, anggun, berambut hitam panjang dan suka memakai bandana warna putih, dari kelas tetangga, IX G, dan bisa dibilang kenalan Okita. Kalo ke kelas IX H, selain mencari Okita, dia biasa mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas, seperti mencari-cari seseorang… Bukan, kayaknya bukan Bryan deh, Bryan lagi ada di depan ngobrol sama Dinda. Pandangannya lebih mengarah kepada seorang cowok tinggi berkacamata dengan bibir monyong dan bersuara cempreng, yang lagi nguber Alto dengan giatnya, yang kemudian disambut Alto dengan tendangan maut ke arah tulang kering dan membuat langkah cowok itu terhenti seketika. Kelas pun riuh dengan suitan-suitan yang tak asing di telinga, ”Swiitt..Swiiwww… Suami istri bertengkar terus, duh mesranya…!!” Langkah mereka terhenti, Alto kembali ke bangkunya, mencari buku Harry Potter 4 yang belum selesai dibacanya, dan serangan mendadak mendarat di kepalanya, membuat Alto mengaduh dan secepat kilat melirik tajam dan mengancam agar sang pelaku tak lagi macam-macam. Pelaku sendiri cengengesan, senyum tengilnya tersungging, tak memperhatikan Micha yang sedari tadi memperhatikannya dengan pandangan iri, sedih, sekaligus cemburu campur aduk jadi satu.

February 17, 2006

Cinta Segi Enam - Part 4

Filed under: Friendship, My Rainbow - alto @ 2:33 pm

Tak lama kemudian suasana gaduh, semua kembali ke tempat duduknya masing-masing. Dari kejauhan Bu Anik terlihat, bersama seorang cowok tinggi, putih, berhidung mancung asli, bermata biru, berambut kecoklatan dan… ganteng!

Ketika Bu Anik masuk kelas diiringi dengan masuknya tu cowok pindahan, semua langsung berteriak, ”Waahh…” apalagi yang cewek-cewek, ga sadar kalo yang di depan kelas ada Bu Anik yang kalo udah marah bisa kayak orang seriosa. Yang terlihat di mata mereka cuma cowok yang hmm… ganteng gitu loh!

Cowok itu pun tersenyum sopan, yang bagi cowok-cowok di kelas itu diartikan sebagai senyuman tebar pesona yang bisa bikin iritasi mata dan berbahaya bagi kelangsungan hidup mereka alias ini berarti nambah satu saingan berat untuk ndapetin cewek-cewek di kelas mereka maupun di kelas laen. Bu Anik pun menghentikan keriuhan paduan suara cewek-cewek yang udah keliatan ngiler ngeliat barang baru…eh maksudnya cowok baru di kelas mereka.

”Diaaaamm…!!!”

Setelah keadaan agak mereda, Bu Anik pun memperkenalkan cowok baru itu di depan kelas.

”Ini anak baru di kelas kita. Namanya Bryan West. Dia pindahan dari Irlandia. Saya harap kalian bisa bersikap baik kepadanya.”

Kemudian anak baru itu pun tersenyum dan memperkenalkan diri.

”Hi all, I’m Bryan. Nice to meet you all.”

“Nice to meet you..!!”

Bryan pun disambut dengan meriahnya dengan cewek-cewek penghuni XI H. Semua menatap kagum padanya, kecuali satu makhluk yang lagi baca Harry Potter. Sapa lagi kalo bukan Alto… Doi malah dengan tekunnya membaca bagian dimana Harry mengikuti turnamen Triwizard yang diadakan di Hogwarts. Okita berusaha menyadarkan Alto untuk kembali ke alam nyata, tapi ternyata hal itu membutuhkan proses yang amat lambat. Baru 10 menit kemudian Alto sudah kembali ke alam nyata dan dengan takjubnya menemukan seorang yang ehm… good looking sudah duduk di sebelahnya. Dia tak merasa ada mata-mata yang sinis dan bisik-bisik tetangga yang iri dengan Alto, yang tentu saja berasal dari gender perempuan, dan dia juga tidak merasa ada sepasang mata bola… (halah kok malah nyanyi) yang menatap Alto dan Bryan dengan perasaan cemburu setengah idup, tapi berusaha untuk dipendam untuk dirinya sendiri, tidak untuk konsumsi publik..

Bryan yang ramah dan pintar bicara berhasil menarik perhatian Alto. Dalam sekejap mereka cocok satu sama lain. Bahasa Inggris Alto mungkin tidak selancar Wahyu, tapi itu tidak mengurungkan niat mereka untuk bisa nyambung dan ngobrol banyak. Alto yang selama ini terlihat pendiam dan cuek di mata kawan sekelasnya terlihat berbeda dari biasanya. Dia seperti menemukan seseorang yang bisa begitu ’nyambung’ dengan obrolannya. Maklum, apalagi kalo bukan Harry Potter? Ternyata Bryan juga penggemar buku Harry Potter, dan sangat senang berkenalan dengan Alto yang notabene juga bookaholic yang doyan baca Harry Potter. Dalam sekejap mereka sudah terlibat diskusi seru tentang Turnamen Triwizard, bila saja Bu Anik tidak menghentikan mereka dan melanjutkan pelajaran Bahasa Inggris, pelajaran favorit Alto.

January 4, 2006

Cinta Segi Enam - Part 3

Filed under: Friendship, My Rainbow - alto @ 11:51 am

Part 3

Kelas mulai gaduh saat Bu Anik tak kunjung datang, padahal bel tanda pelajaran dimulai sudah terdengar 15 menit yang lalu. Hal ini dimanfaatkan murid-murid kelas IX H ’berkreasi’ dengan minatnya masing-masing. Ada yang langsung tertidur nyenyak di atas bangku, ada yang membuka ’forum gaul alias ngerumpi yang ga jelas’ dengan teman satu gengnya, ada yang nulis-nulis, ada yang maen bulu tangkis, ada yang main sepakbola, ada yang baca buku, dan sebagainya. Alto sendiri lagi tekun-tekunnya baca buku yang tebel banget…

”Apaan tu Al? Kamus Bahasa Jepang?” tanya Okita yang duduk tepat di depan Alto. Tapi Alto tidak menjawab atau menoleh sekalipun.

”Igh orang nanya kok dikacangin sih? Woiii… Al..!! Heloooo…Enibodi hooomee…??” teriak Okita pada akhirnya tepat di kuping Alto. Sebel sih. Dan tiba-tiba ada sahutan suara lain…

“Woi, sapa manggil mami gua?!”

“Hah?”

Okita bengong, mencari sumber suara dan menemukan bahwa Ardi yang bersuara barusan.

“Kenapa Ar?”

“Kamu tah yang manggil mamiku barusan?”

”Ma…Mami kamu?? Emang namanya sapa?”

”Eni…”

Spontan Okita dan teman-teman sekelasnya ketawa ngakak ngedengernya. Ardi yang baru ngerasa kalo ada yang salah langsung diem, mukanya merah karena dia telah membocorkan rahasia siapa nama ibunya (dengan alasan takut dijadikan guyonan teman-teman sekelasnya).

“Hngg..Ha? Ada apa Ta? Bu Anik da dateng?” jawab Alto pada akhirnya dengan wajah lugu nan tak bersalah, jurus andalannya. Okita pun menggeleng-gelengkan kepala, frustasi dia. Dinda yang sedari tadi duduk di sebelah Okita pun menjawab,

”Bukan, ada gajah terbang di samping kepala kamu! Masa ga liat?”

Dan masi dengan wajah lugu dia mendongak ke atas, melihat Okita berkacak pinggang. Alto manggut-manggut.

”Kamu bisa terbang ya Ta?”

Ctakk!! Alto langsung dijitak Okita.

”Kata sapa aku bisa terbang?? Aku tuh barusan berenang taukk!! Lagian dari mana aja sih kamu Al, ditanyain orang kok ya ga dijawab…”

”Hehehe… Kayak ga tau Alto aja, dia tuh kalo udah baca buku, apalagi Harry Potter yang segede hajah ga bakal ada yang bisa mengganggu gugat, tauk! Mo gempa kek, dunia gonjang-ganjiing kek, dia ga bakal bergeming!” sahut Deva yang duduk di depan Alto. Dan Alto pun cengengesan dengan wajah (sok) imutnya…

December 14, 2005

Cinta Segi Enam - Part 2

Filed under: Friendship, My Rainbow - alto @ 1:10 pm

Ternyata oh ternyata, bola sepak yang dipakai bermain oleh murid-murid kelas IX F memecahkan kaca jendela kelas IX H, kelasnya Alto cs. Oww… Gimana nih? Murid-murid kelas IX F udah pucet semua wajahnya, membayangkan lengkingan amarah Bu Anik, wali kelas IX H yang terkenal dengan wajah dingin berpadu suara sopran saat menyanyi…ops, saat marah-marah pada murid yang bersalah.

Alto cs. spontan berbondong-bondong kembali ke kelas, menengok siapa tahu ada yang terluka. Dari pengamatan terlihat tidak ada korban jiwa, hanya luka gores dan lecet yang dialami oleh Wahyu dan Ardi, karena mereka kebetulan sedang duduk di dekat jendela.

”Ya ampun Ardiii…!! Kamu terluka ya?? Al, suamimu ini loh, lengannya kena kaca tadi… Tolongin donk Al!”

Deva lalu Alto ke arah Ardi. Alto cengo, gelagapan karena otaknya masih loading, menerima respon dari Deva tentang terlukanya Ardi dan mengolah data tentang apa yang harus dia lakukan.

”Yah..malah bengong… Anterin ke UKS, kasih plester ato gimana gitu!”

Okita jadi gemas melihat reaksi Alto yang lambat. Alto baru ngeh, lalu balas menyahut

”Eh, yang bener aja, aku kan bukan istrinya!”

Okita menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu berujar lagi dengan sikap keibuan.

”Al, gini ya, kamu kan bawa plester, kasihin ke Ardi. Perintah jelas?”

Alto mengangguk, menerima respon dan segera mengambil plester yang selalu dia bawa di dalam tasnya. Maklum, situasi gawat darurat selalu terjadi setiap saat, apalagi biasanya dia sering memar dan luka-luka waktu berantem sama Ardi.

”Nih.”

Alto mengulurkan plester untuk Ardi. Spontan semua temannya bersorak, seakan-akan ada adegan romantis yang dipertontonkan (ngasih plester dianggep romantis? Yang benar saja…)

”Al, jadi ceritanya cuma buat Ardi nih? Buat aku mana? Kan aku juga kena…”

Ups, maaf ya Wahyu, sampe lupa kalo kamu kena juga hihihi…
Alto mengulurkan plester untuk Wahyu, lalu berjalan kembali menuju Okita, Dinda, dan Deva.

”Al!”

Tiba-tiba Ardi berteriak memanggil Alto. Dia menoleh.

“Thanks ya.”

Alto tersenyum tipis, bagi dia nolongin musuh kali ini jadi pahala tersendiri buatnya. Tapi tentu aja hal ini dianggap beda oleh teman-temannya. Semua bersorak pada keduanya.

“Suit swiwww… Mesranyaa…”

Lagi-lagi mereka, pikir Alto. Kupingnya memerah, wajahnya kayak kepiting rebus (lagi), tanpa sempat menoleh pada Ardi, yang dengan cueknya berkata pada semua temannya,

”Kenapa, ngiri ya?”

Lagi-lagi mereka bersorak, dan bel istirahat masuk pun berbunyi. Mereka membubarkan diri dan kembali ke tempat duduk masing-masing, sambil menanti Bu Anik, wali kelas mereka tercinta yang walau galaknya minta ampun tapi care sama murid-muridnya.

December 1, 2005

Alto (again?)

Filed under: My Rainbow - alto @ 12:58 am

Alto emang narsis, jadi mohon dimaafkan :D
———-
Ini deskripsi lengkap tentang Alto :

Physical : Cewek (sebenernya agak diragukan, mengingat tingkahnya yang cowok abiz..). Bertubuh sedang (ndut nggak, kurus jugak nggak) dan tidak proporsional. Berambut lurus sebahu (asli tanpa rebonding). Berkacamata (minusnya banyak). Chubby. Item manis (Imut kata temen-temennya). Rada sipit (kata temen-temen sih kayak orang Jepang…kena radiasi). Suka pake kaos oblong warna item + celana jeans + sepatu sandal yang udah bulukan. Ukuran sepatu 39.

Sifat : Introvert. Stubborn. Over-sensitive. Paranoid. Manja. Pemalas. Setia kawan. Cinta kedamaian. Gokil bin jayus. Lemot. Emosian. Ga suka basa-basi. Cenderung kasar untuk hal-hal yang ga disukai. Write-interest. Cuek.

Ini testimonialnya Alto :

Alto itu sahabatku yang paling aneh sedunia! Kadang-kadang suka niruin suaranya Hamtaro (really, dia childish abiz!), nyolot kalo diajak debat, cuek abiz sampe sering dikira sombong, royal kalo suasana hatinya baek, mengalami kepikunan dini, intelek tapi kuper, manis tapi ga mau dandan, but despite of all, dia orang pertama yang bisa aku percaya untuk curhat. Dia juga lumayan filosofis n bisa menghibur dengan gayanya yang khas. (Okita aka Si Gajah Menari)

Cewek yang lucu banget! Paling asyik kalo diajak nongkrong rame-rame. Walo rada emosian, tapi hatinya baek kok (apalagi kalo nraktir hehehe). (Dinda aka Markonah)

Alto tu orangnya lumayan rame, bisa diajak ngobrol, tapi dibalik itu dia orangnya misterius. Doyan makan, baek banget (coz mau nganterin aku kemana-mana). (Deva aka Ibu Surf)

Cewek aneh yang lucu, gokil, perhatian, selalu semangat, bisa bikin ketawa waktu lagi sedih, bisa diajak curhat,panggilannya ubur-ubur. Coba yah kalo kamu cakepan dikit, pasti takjadiin selingkuhanku =p (Gege aka Cumi-cumi Sok Tampan)

Baek, cerdas, gokil, perhatian, imut (item mutlak), nyebelin kalo muncul evil-nya. (Thia aka Suku Pipi Tembem)

Orang yang udah kuanggap seperti sodaraku sendiri. Suka memanfaatkan diriku untuk jadi ’tempat sampah’, tapi gpp ko sist ^-^ Dia juga suka bikin cerpen&puisi, bagus-bagus loh! Menanti karya terbarumu loh sist ^-^ (Tea aka Superstar Lokal)

Dd yang imut, lucu, nyebelin, nggemesin, kalo ketemu bawaannya pingin njitakin terus ;) (Zan aka Abang Jeyek)

Special someone to me. Walo ceroboh, ’ancur’, telmi, tomboy, cerewet, suka ngambek, gampang jeles, tapi imut, baek, setia, perhatian, nyenengin, ngangenin… Luv u, Princess :-* (Arngrim aka Perwira)

Kira-kira bisa bayangin kan gimana orangnya? ;)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here