Circle of Love

July 9, 2006

Cinta Segi Enam - Part 8

Filed under: Cintah, Friendship - alto @ 2:38 pm

”Kamu bisulan, Ta?” tanya Wahyu tiba-tiba. Okita kaget, dan mendengus sebal, ”Enak aja, sapa ngomong gitu?” Wahyu tersenyum dengan tampang innocent, dan berkata, ”Kirain… Ini tentang anak-anak ya Ta?” Okita mengangguk. ”Ada hubungannya sama Alto n Ardi?” Okita mengangguk lagi. ”Sekali lagi kamu ngangguk, aku kasi piring cantik.” Okita nyengir, ngangguk lagi (biar dapet piring cantik gituh. Hehehe).

Okita pun menceritakan apa yang dia rasakan tentang Micha, Alto dan Ardi. Wahyu mendengarkan dengan serius, sambil sekali-kali nyomot kacang bawang yang dia beli di kantin sebelum ketemu Okita. ”Jadi… Micha suka Ardi, Ardi suka Alto, Alto suka Bryan, gitu?” simpul Wahyu. Dia menggambarkan diagram antara mereka berempat.

Dia termenung sejenak. Entah kenapa tiba-tiba dia mengingat Poppy ketika menuliskan Bryan. Poppy, orang yang disayanginya secara diam-diam. Teman sekelasnya yang manis, putih dan berambut sebahu, orang yang baik dan lincah, pintar lagi. Dia termasuk 3 besar di kelasnya, selain Alto dan Ardi. Secara tidak sengaja Wahyu tahu kalau Poppy sangat mengagumi tipe-tipe seperti Bryan, dan itu mau tidak mau membuatnya terpukul. Dia pun menuliskan nama Poppy dan namanya dalam diagram itu.

”Wait wait… Kamu naksir Poppy ya?” sergah Okita waktu melihat nama Wahyu dan nama Poppy dalam diagram itu. Wahyu tidak merespon perkataan Okita, dia sepertinya malah tenggelam di dunia lamunannya sendiri, lamunan tentang Wahyu, Poppy, dan Bryan. Terlihat sosok Poppy yang tersipu malu-malu, memandang ke arah Wahyu. Wahyu pun merasa salah tingkah, jantungnya berdegup kencang. Saat dia akan menghampiri Poppy, ternyata di belakang Wahyu muncul Bryan, yang tanpa malu-malu berlari menuju Poppy, dan sebelum mereka pergi, Bryan memanah Wahyu tepat di hatinya, yang terbelah menjadi dua. Poppy dan Bryan pun melenggang meninggalkan Wahyu yang sedang patah hati…

”Kraukk… Kraukkk…. Kraukkk…” Suara-suara aneh mulai membangunkan Wahyu dari dunia lamunannya. Dilihatnya Okita yang tanpa malu-malu menghabiskan kacang bawang milik Wahyu, hingga yang tersisa hanya bungkusnya. Wahyu cuma bisa melongo, menatap tingkah ajaib kawannya yang doyan makan ini.

March 17, 2006

Cinta Segi Enam - Part 7

Filed under: Cintah, Friendship - alto @ 12:54 pm

”Psstt… Ta, yang tadi ke kelas tuh, yang nyariin kamu namanya sapa sih?” bisik Alto saat bel pertanda berakhirnya istirahat berakhir.

”Yang mana? Micha?” jawab Okita seenaknya, tanpa memperhatikan Alto lebih lanjut. Dia memilih mengeluarkan sebatang cokelat simpanannya dan membuka bungkusannya.

”Micha…? Ngg… Iya kali. Kayaknya dia ada feeling deh sama Ardi…”

”Ah masa? Kalo misalnya iya kenapa, jealous yah? Hayoo… Alto jealous ya…”

CTAAKK!! Sebuah jitakan jitu mengenai kepala Okita.

”Nggaklah! Aku cuma ngerasa gitu, ada yang beda aja waktu dia liatin Ardi. Beda banget waktu mandang kita. Kayak gimanaa… gitu.”

Mau nggak mau Okita juga merenungi apa yang diomongin Alto barusan. Dia sebenarnya juga ngerasa ada yang aneh sama Micha setiap kali melihat Ardi. Tapi Okita liat Ardi ga pernah bersikap yang aneh-aneh pada siapapun kecuali (tentu saja) pada Alto. Alto sendiri juga walo sering diusilin n ngusilin Ardi kliatannya fine-fine aja, alias ga ada sesuatu yang aneh atau gejala-gejala jatuh cinta sama Ardi. Okita malah ngerasa Alto ada chemistry sama Bryan, cowok pindahan baru itu. Dari sikapnya yang bersemangat, obrolan yang selalu nyambung n seru, sampe kemana-mana jalan bareng kecuali ke toilet tentunya. Sungguh, kayaknya ada sesuatu yang terjalin di antara mereka berdua, walo mereka belum mau mengakuinya.

”Mikirin sapa, Ta?”

Bisikan yang mampir ke kupingnya membuat Okita kaget bukan main. ”MONYONG!! Kirain sapa!! Jangan bikin kaget ah!”

Wahyu tertawa terbahak-bahak, melihat reaksi kawannya yang sedang melotot kesal.

”Emang ada apa sih Ta, kok keliatannya serius banget? Cerita donk, siapa tau aku bisa bantuin kamu.”

Okita diam sesaat, memikirkan curhat sama Wahyu si calon psikolog gagal itu aja udah bikin eneg, tapi Okita tau walopun dia ga cerita, Wahyu bisa baca raut wajahnya dan menebak apa yang terjadi. Sama aja kan? Mendingan diomongin daripada jadi bisul, bisik Okita.

Cinta Segi Enam - Part 6

Filed under: Cintah, Friendship - alto @ 12:53 pm

”Hei, Micha…! Bumi memanggilmu..!!” teriak Okita tepat di telinganya. Micha yang sedari tadi memperhatikan seseorang spontan gelagepan dan kembali ke alam nyata.

“Oh iya Ta, aku sampe lupa, ini buku yang aku pinjem dari kamu kemarin. Thanks ya.“

Okita menerimanya dan menaruhnya di meja. Alto yang melihatnya langsung berdiri dan duduk di samping Okita.

“Ini Layar Terkembang kan? Yang ceritanya ada Tuti, Maria, dan Yusuf itu kan? Yang ceritanya emansipasi wanita itu kan?“

Begitulah Alto kalo udah ngoceh tentang buku. Kenal ato nggak sama lawan bicaranya, dengan semangat perjuangan dia bakal ngomongin itu buku sampe kelar. Micha terbengong-bengong, dan kemudian berbicara juga pada akhirnya.

“Iya… Kamu udah baca buku ini ya?“

“Alto sih buku-buku sastra di perpustakaan pasti udah baca! Siti Nurbaya, Salah Asuhan, apalagi Layar Terkembang!”

Tanpa disadari sudah ada Ardi yang berdiri di samping Okita dan berbicara barusan. Micha pun terkejut, dan entah kenapa wajahnya langsung memerah kayak kepiting rebus dan dia keliatan kikuk. Okita dan Ardi sendiri sepertinya tidak menyadarinya. Namun tidak demikian dengan Alto. Tumben-tumbennya si lemot itu serius memperhatikan perubahan ekspresi wajah Micha, tapi dia tidak berkata apa-apa.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here