Cinta Segi Enam - Part 6
”Hei, Micha…! Bumi memanggilmu..!!” teriak Okita tepat di telinganya. Micha yang sedari tadi memperhatikan seseorang spontan gelagepan dan kembali ke alam nyata.
“Oh iya Ta, aku sampe lupa, ini buku yang aku pinjem dari kamu kemarin. Thanks ya.“
Okita menerimanya dan menaruhnya di meja. Alto yang melihatnya langsung berdiri dan duduk di samping Okita.
“Ini Layar Terkembang kan? Yang ceritanya ada Tuti, Maria, dan Yusuf itu kan? Yang ceritanya emansipasi wanita itu kan?“
Begitulah Alto kalo udah ngoceh tentang buku. Kenal ato nggak sama lawan bicaranya, dengan semangat perjuangan dia bakal ngomongin itu buku sampe kelar. Micha terbengong-bengong, dan kemudian berbicara juga pada akhirnya.
“Iya… Kamu udah baca buku ini ya?“
“Alto sih buku-buku sastra di perpustakaan pasti udah baca! Siti Nurbaya, Salah Asuhan, apalagi Layar Terkembang!”
Tanpa disadari sudah ada Ardi yang berdiri di samping Okita dan berbicara barusan. Micha pun terkejut, dan entah kenapa wajahnya langsung memerah kayak kepiting rebus dan dia keliatan kikuk. Okita dan Ardi sendiri sepertinya tidak menyadarinya. Namun tidak demikian dengan Alto. Tumben-tumbennya si lemot itu serius memperhatikan perubahan ekspresi wajah Micha, tapi dia tidak berkata apa-apa.
