Circle of Love

December 14, 2005

Cinta Segi Enam - Part 2

Filed under: Friendship, My Rainbow - alto @ 1:10 pm

Ternyata oh ternyata, bola sepak yang dipakai bermain oleh murid-murid kelas IX F memecahkan kaca jendela kelas IX H, kelasnya Alto cs. Oww… Gimana nih? Murid-murid kelas IX F udah pucet semua wajahnya, membayangkan lengkingan amarah Bu Anik, wali kelas IX H yang terkenal dengan wajah dingin berpadu suara sopran saat menyanyi…ops, saat marah-marah pada murid yang bersalah.

Alto cs. spontan berbondong-bondong kembali ke kelas, menengok siapa tahu ada yang terluka. Dari pengamatan terlihat tidak ada korban jiwa, hanya luka gores dan lecet yang dialami oleh Wahyu dan Ardi, karena mereka kebetulan sedang duduk di dekat jendela.

”Ya ampun Ardiii…!! Kamu terluka ya?? Al, suamimu ini loh, lengannya kena kaca tadi… Tolongin donk Al!”

Deva lalu Alto ke arah Ardi. Alto cengo, gelagapan karena otaknya masih loading, menerima respon dari Deva tentang terlukanya Ardi dan mengolah data tentang apa yang harus dia lakukan.

”Yah..malah bengong… Anterin ke UKS, kasih plester ato gimana gitu!”

Okita jadi gemas melihat reaksi Alto yang lambat. Alto baru ngeh, lalu balas menyahut

”Eh, yang bener aja, aku kan bukan istrinya!”

Okita menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu berujar lagi dengan sikap keibuan.

”Al, gini ya, kamu kan bawa plester, kasihin ke Ardi. Perintah jelas?”

Alto mengangguk, menerima respon dan segera mengambil plester yang selalu dia bawa di dalam tasnya. Maklum, situasi gawat darurat selalu terjadi setiap saat, apalagi biasanya dia sering memar dan luka-luka waktu berantem sama Ardi.

”Nih.”

Alto mengulurkan plester untuk Ardi. Spontan semua temannya bersorak, seakan-akan ada adegan romantis yang dipertontonkan (ngasih plester dianggep romantis? Yang benar saja…)

”Al, jadi ceritanya cuma buat Ardi nih? Buat aku mana? Kan aku juga kena…”

Ups, maaf ya Wahyu, sampe lupa kalo kamu kena juga hihihi…
Alto mengulurkan plester untuk Wahyu, lalu berjalan kembali menuju Okita, Dinda, dan Deva.

”Al!”

Tiba-tiba Ardi berteriak memanggil Alto. Dia menoleh.

“Thanks ya.”

Alto tersenyum tipis, bagi dia nolongin musuh kali ini jadi pahala tersendiri buatnya. Tapi tentu aja hal ini dianggap beda oleh teman-temannya. Semua bersorak pada keduanya.

“Suit swiwww… Mesranyaa…”

Lagi-lagi mereka, pikir Alto. Kupingnya memerah, wajahnya kayak kepiting rebus (lagi), tanpa sempat menoleh pada Ardi, yang dengan cueknya berkata pada semua temannya,

”Kenapa, ngiri ya?”

Lagi-lagi mereka bersorak, dan bel istirahat masuk pun berbunyi. Mereka membubarkan diri dan kembali ke tempat duduk masing-masing, sambil menanti Bu Anik, wali kelas mereka tercinta yang walau galaknya minta ampun tapi care sama murid-muridnya.

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://alto.blogsome.com/2005/12/14/cinta-segi-enam-part-2/trackback/

  1. ko deva sih bukan devi? *uh protes ajah*

    Comment by dv — December 15, 2005 @ 6:09 pm

  2. wehhhh,, dah mulai bikin nopel toh? ya ya…. sayah juga pengen but gak pernah kesampean :D

    Comment by siwoer — December 16, 2005 @ 12:11 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here